Merauke, Matapapua.com - Lanud J. A Dimara Merauke, Provinsi Papua Selatan menggelar berbagai kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara yang puncaknya akan dilaksanakan pada 29 Juli 2026.
Komandan Lanud J. A Dimara Merauke, Kolonel Pnb. Beny Aprianto di Merauke pada Rabu (15/6), mengatakan bahwa sejumlah kegiatan sosial akan dimulai sejak 22 Juli 2026.
Danlanud menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan donor darah, dilanjutkan kerja bakti berupa pembersihan lingkungan, termasuk di posyandu dan sekolah yang telah dipilih sebagai lokasi kegiatan.
Selain itu, TNI AU juga akan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar serta menyalurkan bantuan sembako. Apabila ada masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, akan kami rujuk ke rumah sakit.
"Untuk keluhan ringan, kami juga akan memberikan obat-obatan yang tersedia di klinik kami," ujarnya.
Selanjutnya, pada 28 Juli 2026 akan dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Dimana didalam TMP tersebut ada dua makam prajurit TNI AU yang berada di lokasi akan menjadi fokus penghormatan.
Puncak peringatan Hari Bakti TNI AU akan digelar pada 29 Juli melalui upacara di Markas Komando Lanud Satrad.
Terkait perbedaan pelaksanaan dibanding tahun-tahun sebelumnya, Komandan mengatakan bahwa rangkaian kegiatan pada dasarnya masih sama. Namun, sejalan dengan kebijakan efisiensi serta arahan dari pimpinan TNI AU, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara lebih sederhana.
"Kegiatan tidak dibuat terlalu mewah. Kami menyesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar agar lebih efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.
Mengenai tema peringatan Hari Bakti TNI AU tahun ini, Komandan mengaku pihaknya masih menunggu informasi resmi dari pimpinan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa esensi peringatan Hari Bakti TNI AU mengacu pada visi Kepala Staf TNI AU, yakni mewujudkan TNI AU yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis).
Menurutnya, nilai adaptif diwujudkan melalui kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Modern berarti mengikuti perkembangan teknologi yang harus dikuasai TNI AU. Profesional diwujudkan dalam pelaksanaan tugas secara bertanggung jawab, sementara humanis berarti tetap hadir sebagai tentara rakyat yang mengayomi, melindungi, dan membantu masyarakat.