DPPU DEO Sorong Tercatat Mengalami Pertumbuhan 13,6 Persen

5437EFD0 6523 46BB AB51 814615B7D5DE

5437EFD0 6523 46BB AB51 814615B7D5DE

Matapapua – Sorong : Kebutuhan terhadap bahan bakar avtur untuk melayani penerbangan di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong terus mengalami peningkatan, dimana tercatat sejak tahun 2013 hingga 2016 kebutuhan bahan bakar dimaksud mengalami peningkatan hingga 13,6 persen atau terjual 58 kiloliter perhari ditahun 2016, sedangkan ditahun 2019 tercatat hingga mencapai 68 kiloliter perhari.

Gema Iriandus Pahalawan, General Manager MOR VIII Papua Maluku, Kamis (21/11) mengatakan DPPU Bandara Domine Eduard Osok Sorong melayani maskapai penerbangan domestik dan perintis, serta menunjang perekonomian masyarakat, terutama pariwisata yang terbaik perkembangan penggunaan avtur di DPPU Bandara DEO Sorong mencapai 14 persen.

” Kebutuhan avtur terus mengalami peningkatan, dalam kurun waktu rata-rata tiap tahunnya 13,6 persen, untuk menjawab kebutuhan ini, pengembangan DPPU DEO Sorong menjadi solusinya” terang Gema Iriandus Pahalawan.

Ditambahkan Gema Iriandus Pahalawan, stock avtur DPPU DEO Sorong mampu melayani hingga 22 hari, sehingga dipastikan jika ada penambahan penerbangan di Sorong, DPPU DEO Sorong masih dapat memenuhi kebutuhan avtur tersebut.

” Frekuensi pengisian rata-rata harian mencapai 19 kali perhari, bahkan dibulan November ini tercatat penjualan avtur mencapai 85 kiloliter perhari” tambah Gema Iriandus Pahalawan.

Asisten I Setda Kota Sorong, Rahman mengatakan hadirnya DPPU Bandara DEO Sorong merupakan dukungan Pertamina dalam pelayanan dibidang perhubungan udara, kota Sorong merupakan gerbang masuk dan keluar distribusi barang dan orang, hadirnya DPPU akan memudahkan akses bagi masyarakat.

” Meskipun Kota Sorong ini bukan Ibukota Provinsi, namun Kota Sorong ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional, sedangkan manokwari menjadi pusat strategis wilayah, Kota Sorong menjadi pintu gerbang masuk ketanah Papua, sehingga distribusi barang dan orang melalui Sorong” ujar Rahman.

” Bandara DEO ini merupakan peninggalan NNGPM tahun 1960 yang dikhususkan untuk operasi Pertamina, kemudian sesuai kebutuhan bandara ada di Jefman, ditahun 2004 kemudian dialihkan penerbangan dari Jefman menuju ke Bandara Domine Eduard Osok Sorong” kata Rahman.

Merujuk pada pertumbuhan kebutuhan bahan bakar avtur, DPPU DEO ini diklaim menggunakan peralatan canggih Terminal Automachine System yang dipergunakan di DPPU Indonesia Timur dan diprediksi pengoperasiannya dalam kurun waktu 20 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top