Yayasan IDH Perkenalkan 4 Duta Komoditas Papua dan Papua Barat

IMG 20200225 WA0023

IMG 20200225 WA0023

Matapapua – Sorong : Guna mendukung munculnya generasi muda Papua berintegritas dibidang wirausaha, Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) melakukan pembinaan terhadap sejumlah pemuda – pemudi di Papua dan Papua Barat untuk mengikuti program duta komoditas Papua dan Papua Barat dengan proses seleksi yang ketat dan mengikuti pelatihan selama 5 hari, selanjutnya dilibatkan dalam temu bisnis yang dilaksanakan 2 kali, dimana satu rangkaian kegiatan melalui high level meeting ditanggal 27 Februari di swissbell hotel Kota Sorong.

Pada meeting tersebut direncanakan akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI – Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
– Bahlil Lahadalia, Gubernur Provinsi Papua – Lukas Enembe, Gubernur Provinsi Papua Barat – Dominggus Mandacan, Ketua Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (Yayasan IDH) – Fitrian Ardiansyah, serta pelaku usaha (pebisnis) nasional dan global.

Manajer Komunikasi Yayasan IDH, Ni Komang Arianti menjelaskan rangkaian kegiatan high level meeting di Sorong ini bertujuan selain untuk menindak lanjuti kesepakatan bersama dua provinsi ditanah Papua yang telah ditandatangani Deklarasi Manokwari pada 10 Oktober 2018 lalu untuk melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan dan inklusif.

” Ditahun 2018 terjadi kesepakatan dalam Deklarasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan guna mendorong terjadinya kemitraan global, nasional dan lokal, serta terbentuknya wadah multi pihak untuk mendorong terciptanya model-model investasi yang mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi bagi pembangunan berkelanjutan di Papua dan Papua Barat” kata Ni Komang Arianti, Selasa (25/2).

“Untuk mengembangkan komoditas berkelanjutan, apa itu kopi, kakao, rumput laut, vanila, rempah-rempah, atau ekowisata dimana nanti keempat duta Komoditas ini akan menjadi jembatan untuk berdialog bersama” tambah Ni Komang Arianti.

Keempat duta Komoditas Papua dan Papua Barat yang berhasil mengikuti seleksi yakni, Elisabeth Jakarimilena – SAGU Foundation, Meki Wetipo -Direktur Eksekutif Kamar Adat Pengusaha Papua, Jeny Karay – Papua Social Media Influencer, dan Jouhannes Faidiban – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top