Tolak Kepala Distrik Baru, Masyarakat Palang Kantor Distrik Moraid dan Bamusbama

IMG 20210307 WA0000 1

IMG 20210307 WA0000 1

Matapapua – Tambrauw : Masyarakat di Distrik Moraid dan Distrik Bamusbama secara serenrak melakukan pemalangan di kantor Distrik Moraid dan kantor Distrik Bamusbama. Pemalangan ini buntut dari ketidakpuasan masyarakat dari kedua distrik tersebut atas dilantiknya Simon Yesyan sebagai Kepala Distrik Moraid, dan Frangklin Yekwam sebagai Kepala Distrik Bamusbama, Sabtu (6/3).

Masyarakat di Distrik Moraid khususnya dari 5 marga bersih keras untuk tidak menerima Simon Yesyan sebagai Kepala Distrik Moraid. Sikap serupa pun datang dari masyarakat di Distrik Bamusbama menolak dengan tegas Frangklin Yekwam menjadi Kepala Distrik Bamusbama. Hal ini diunglapkan Koordinator lapangan, Max Imanuel Yekwam dari Distrik Moraid

Max menyebutkan, ada tiga aspirasi sebagai tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw yakni, warga dengan tegas menolak penetapan Simon Yesyan sebagai Kepala Distrik Moraid. Kemudian untuk Penetapan, warga se-Distrik Moraid serta enam kampung dan lima marga hanya menerima Frangklin Deano Yekwam sebagai Kepala Distrik Moraid.

Aspirasi selanjutnya Max mengatakan, masyarakat enam kampung dan lima marga dengan tegas menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw, apabila tidak menanggapi aspirasi ini, maka masyarakat akan mentutup Kantor Distrik Moraid dan tidak menerima program pembangunan Pemerintah Kabupaten Tambrauw di atas tanah/wilayah Distrik Moraid.

“Sudah detik terakhir bahkan malam pun sudah disiapkan kok tiba-tiba paginya berubah, ada apa dibalik ini, ketidak puasan kami inilah yang saat ini kami tuntut,” katanya saat berorasi di depan Kantor Distrik Moraid.

Diakui Frangklin Deano Yekwam merupakan anak asli Distrik Moraid, sementara Simon Yesyan adalah anak asli Distrik Bamusbama. Kedua kepala distrik yang baru dilantik ini dikembalikan untuk kemudian menempati jabatan kepala distrik di daerah masing-masing. Hal ini dilakukan agar roda pemerintahan di wilayah distrik bisa berjalan dengan baik. Jika tidak, maka kedua kantor distrik tersebut akan terus dipalang dan akan berdampak pada lumpuhnya aktivitas pegawai distrik.

“Tolong menghargai kami pemilik hak ulayat yang ada di distrik moraid terutama lima marga. Kami sudah membuka diri untuk terima semua pembangunan. Tolong jawab aspirasi kami,” pintanya.

Terkait dengan hal itu, Max kembali menegaskan jika aspirasi ini tidak dijawab oleh Pemerintah Daerah Tambrauw maka siapapun tidak diperboleh membuka pemalangan di Kantor Distrik Moraid dan Kantor Distrik Bamusbama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top