Satpol PP Kabsor Canangkan ‘Papeda Manis’

IMG 20200612 WA0002

IMG 20200612 WA0002

Matapapua – Aimas : Anggapan buruk satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terkesan arogan, kasar dan tidak manusiawi disaat menunaikan kewajiban sebagai penegak peraturan daerah tampak dari sejumlah pemberitaan media, sehingga tidak jarang warga menyematkan predikat buruk tersebut, namun komitmen untuk menjadi penegak Perda yang berbeda harus ditunjukkan oleh anggota Satpol PP di Kabupaten Sorong, dimana melalui proyek perubahan Reinhard Simamora, peserta Diklat Pimpinan tingkat II sekaligus sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja berkomitmen menghadirkan aparat Satpol PP yang humanis, melalui program Pengembangan Kompetensi Satpol PP Dalam Penegakan Perda (Papeda Manis), yang diluncurkan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong, Ari Wijayanti.

Dikatakan Ari Wijayanti, Satpol PP merupakan perangkat penting pendukung penegakan peraturan daerah, oleh karenanya Satpol PP Kabupaten Sorong diharapkan dapat menjalankan fungsinya secara tepat, karena dimasa yang akan datang dihadapkan pada kompleksitas permasalahan, sehingga anggota Satpol PP harus memiliki kompetensi penting tanpa penyematan citra negatif.

” Yang dibutuhkan kelak dengan semakin lengkap permasalahan ditengah masyarakat, maka anggota Satpol PP harus mampu memberikan pelayanan yang humanis, santun, persuasif, dan memperhatikan kearifan budaya lokal, maka dibutuhkan kompetensi dan juga kemampuan yang tepat” kata Ari Wijayanti, Rabu (10/6).

Plt. Kepala Dinas Satpol Pamong Praja Kabupaten Sorong, Reynhard Simamora menjelaskan pentingnya pemberian kompetensi bagi anggota Satpol PP dalam bertugas dilapangan, selain kebutuhan pelatihan rutin, pakaian dinas lapangan hingga kebutuhan peningkatan daya tahan anggota Satpol PP Kabupaten Sorong.

” Banyak permasalahan yang muncul ditengah tugas anggota Satpol PP, baik kebutuhan pelatihan, juga masalah operasional lainnya, sehingga diharapkan perhatian lebih atas tugas Satpol PP dalam menegakkan peraturan daerah” kata Reinhard Simamora.

Kejadian bentrok dilapangan saat Satpol PP bertugas kerap terlihat disejumlah kota-kota besar di Indonesia, selain karena lemahnya pemahaman atas upaya persuasif yang harus dilakukan saat berhadapan dengan masa, juga karena minimnya pelatihan sebagai bekal bagi anggota Satpol PP saat bertugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top