Baru Aktif 3 Bulan, Ahli Waris Seorang PHMJ Ararat Terima Santunan Dari BP Jamsostek

IMG 20200222 215215

IMG 20200222 215215

Matapapua – Klawasi : Program pemerintah berupa jaminan sosial ketenaga kerjaan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) turut dirasakan masyarakat khususnya bagi pengurus harian Majelis Jemaat Ararat, dimana pihak BP Jamsostek Papua Barat, Sabtu (22/2) menyerahkan santuan senilai Rp42 Juta kepada Esron Dalaku, suami dari Yultje Mamuahu, Anggota Majelis jemaat GKI Ararat Klawasi.

Esron Dalaku yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh bangunan mengaku terbantu atas santunan yang diserahkan oleh BP Jamsostek, kendati menurut Esron Dalaku kepergian isteri tercinta kepangkuan Tuhan begitu berat dijalani bersama kedua anaknya.

” Bantuan yang di berikan dari program BP Jamsostek ini sangat membantu dan juga meringankan beban keluarga kami ” kata Esron Dalaku.

Sekretaris Pengurus Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKI Jemaat Ararat Klawasi, Musa Paitei menyebutkan pengurus harian majelis jemaat mengemban tugas dan pekerjaan digereja yang sehari-hari juga menjalankan pelayanan, yang sudah tentu pekerjaan ini memiliki resiko, oleh sebab seluruh jemaat diproteksi terhadap resiko, seperti kecelakaan maupun kematian, dan PHMJ GKI Ararat merupakan pengurus Gereja pertama ditanah Papua yang mengikuti program ini.

” Kita berharap supaya di gereja-gereja lainnya,juga mendaftarkan jamaatnya, karena manfaatnya sangat nyata seperti yang kita saksikan penyerahanya saat ini dan mengurus di lembaga BP Jamsostek ini sangatlah mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya satu hari sudah selesai” kata Musa Paitei dan membenarkan pengurusan klaim santunan BP Jamsostek sangat mudah dan tidak dipersulit.

Kepala BP Jamsostek Papua Barat, Mintje Wattu menjelaskan pemberian santunan sebesar Rp42 Juta kepada suami dari Yultje Mamuahu sebagai pelayan dan hamba Tuhan di Gereja GKI Ararat merupakan program bagi pekerja non penerima upah, penerima santunan inipun baru terdaftar aktif selama 3 bulan sebagai peserta.

” Dengan adanya program ini, bisa membuka jalan buat para pekerja hamba tuhan yang bergabung dalam Sinode dan Klasis untuk di daftarkan sebagai peserta BP Jamsostek karena dengan iuran yang minim tetapi manfaat yang di terima sangatlah besar, terbukti hari ini kami membayar santunan kepada ahli waris salah seorang peserta kami yang meninggal dunia ” kata Mintje Wattu.

BP Jamsostek Papua Barat merilis kesadaran masyarakat untuk ikut program BP Jamsostek belum terlampau tinggi, dan Kabupaten Raja Ampat merupakan daerah di Papua Barat yang paling aktif memberikan perlindungan terhadap masyarakat, baik pekerja penerima upah maupun non penerima upah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top