Inisiatif Dinas Pendidikan Bagi Alat Tulis Dari Sisa Dana UN Dinilai Tidak Efektif.

IMG 20200706 WA0017

Matapapua – Fef : Inisiatif Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tambrauw yang telah menggunakan dana sisa Ujian Nasional sebesar 200 juta dari 1 miliar untuk pengadaan alat tulis-menulis yang kemudian dibagikan kepada setiap siswa kelas VI di setiap sekolah dinilai tidak efektif bahkan mubajir.

Kepala Sekolah SD Inpres 09 Sausapor, Bonefasius Remetwa, S.Ag menjelaskan, kebijakan tersebut tidak ada di dalam petunjuk teknis sehingga bisa dibilang inisiatif tersebut sifatnya tidak memberikan pengaruh positif terhadap para murid peserta UN.

Menurutnya sisa dana UN bermanfaat jika dibagi kepada sekolah sesuai dengan jumlah peserta SD yang mengikuti UN. Karena dana UN tahun sebelumnya dinilai sangat kurang dari harapan pihak sekolah.

“Saya tidak mengetahui petunjuk itu dari mana tetapi yang jelas bahwa bantuan berupa barang itu tidak efektif karena tidak ada di dalam petunjuk teknis,” Jelas Remetwa via WA, Minggu (5/7).

Bonifasius menambahkan, seharusnya dinas terkait mengambil kebijakan tersebut berdasarkan pada manfaat yang nantinya berdampak pada kualitas pendidikan

. Seharusya, lanjutnya dinas tersebut selaku pemerhati dan penyelenggara pendidikan memberikan bantuan tidak terbatas pada kelas VI saja melainkan kepada seluruh siswa dari setiap sekolah berupa buku pelajaran.

Ujian kelas VI menentukan kelulusan siswa sehingga alat tulis dan sejenisnya tidak dibutuhkan lagi, mengingat siswa kelas VI sudah tamat. Untuk itu dirinya menghimbau jika dari pihak Dinas mau memberikan bantuan seharusnya jangan setengah-setengah dan tepat sasaran karena menurutnya dana UN sangat besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top