Direktur Amnesty: Ganjar Angkat 12 Peristiwa HAM Detail, Prabowo Anggap Remeh

Jakarta (Mata Papua) – Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid memuji calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo yang mengangkat 12 peristiwa pelanggaran HAM berat dengan detail. Sebaliknya, kata Usman, paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto, justru konservatif.

“Saya kira Ganjar mengangkat masalah 12 peristiwa HAM berat dengan sangat detail,” ucap Usman, Selasa (12/12/2023).

Usman juga mengapresiasi Ganjar yang menyampaikan pendapatnya tentang bagaimana upaya pemerintah saat ini dalam melakukan penyelesaian yudisial.

“Di sisi itu, Prabowo malah menganggap remeh. Seolah-olah itu hanya politisasi,” katanya.

Anggapan Prabowo itu dibantah oleh Usman. Faktanya, keluarga korban aktivis yang diculik rutin menyuarakan soal pelanggaran HAM berati ini setiap Hari Kamis atau yang biasa disebut Kamisan.

“Itu juga yang dikatakan oleh Ganjar. Pentingnya perspektif korban. Korban tiap Kamis bersuara, bukan Budiman yang tiap pemilu baru bicara,” katanya.

Usman juga mengingatkan bahwa pernyataan Prabowo soal Budiman yang kini mendukungnya, sebagai hal yang keliru. Musababnya, Budiman bukan bagian dari aktivis yang diculik.

Usman kemudian menyinggung pernyataan bahwa isu HAM ini, tak jadi soal ketika Prabowo berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2009.

“Siapa bilang, banyak sekali. Bahkan DPR persoalkan itu dan Ganjar tadi dengan baik juga menyampaikan empat rekomendasi DPR saat itu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Capres 02 Prabowo Subianto meminta Ganjar tak perlu menyoal isu pelanggaran HAM berat terhadapnya. Sebab Prabowo merasa dua pertanyaan yang dilontarkan Ganjar tendensius.

Sementara, Ganjar menyebut tegas, bahwa isu pelanggaran HAM harus diselesaikan secara yudisial melalui pembentukan pengadilan adhoc. Agar semuanya mendapat kepastian hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top