BAKTI Pastikan Seluruh BTS On Air Dibulan Maret

0 IMG 20220218 104042

Matapapua – Aimas : Guna meningkatkan kualitas jaringan ditengah-tengah pandemi covid-19 yang mengakibatkan peningkatan jumlah pengguna Internet yang baik, Presiden menginstruksikan agar meningkatkan layanan jaringan Base Transceiver Station untuk (BTS) untuk daerah terdalam, terluar dan tertinggal (3T) melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dan ditahun 2021 lalu, telah berhasil menyiapkan 168 dari 173 BTS di Kabupaten Sorong.

Kepala Dinas Kominstaper Kabupaten Sorong, Eliaser Kalami mengatakan sebanyak 168 BTS yang sudah on air dari 173 yang dibangun, sisanya masih masa proses pembangunan yang akan disegera diselesaikan tahun ini.

” Sebanyak 168 BTS sudah On Air dan sisanya sementara lagi dalam proses administrasi, dengan harapan untuk sisanya lagi secepatnya untuk segera di selesai itu harapan dari BAKTI sendiri” kata Eliaser, Jumat (18/2/2022).

Untuk penggunaan jaringan BTS ini hanya diperuntukkan telepon genggam atau handphone android dengan jaringan 4G dan layanan jaringan 4G telah 24 jam nonstop aktif.

” Untuk operasional sudah 24 jam nonstop aktif. Jadi yang bisa menggunakanya HP 4G atau android, sedangkan HP 3G tidak dapat mengunakanya atau dapat registrasi untuk pindah ke jaringan 4G ” Ungkapnya.

Kabid Kominstaper Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Edi Mulyono, S. Sos., mengatakan untuk BTS yang tertunda ada beberapa proses yang terkendala dilapangan, dan diusahakan pada tahun ini selesai.

” Ada beberapa kendala di lapangan sehingga BTS ini belum seluruhnya selesai, baik relokasi titik koordinat dan sebagainya, mungkin sisanya di ltahun ini akan selesai, di 30 distrik yang ada di Kabupaten Sorong” ujarnya.

” Masyarakat sudah menikmati jaringan ini, untuk teleponan memang ada sedikit keluhan dari masyarakat terkait dengan jaringan, karena sebagian dari mereka ada yang masih mengunakan jaringan 3G dan disarankan untuk menukar nomornya ataupun datang ke grapari untuk meregistrasinya atau mengganti kartu ke 4G” jelas Edi.

Hendra Efendy, Tenaga Ahli Set Akusisi dan Perizinan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi(BAKTI), mengatakan terkait pembangunan 173 BTS, yang sudah On Air 168, sisanya itu akan segera diselesaikan.

” Ada sedikit kendala yang dihadapi, dari 173 ini kita jabarkan 171 sudah selesai pembangunan yang 168 sudah On Air nanti sisanya akan di On Airkan oleh operator. Ketika sudah aktif kita akan cek lagi baik secara teknis. Untuk kendala di 2 titik yang belum di On Air itu terkendalanya jalan putus, dan satunya lagi itu material kita sangkut di desa Mos yang di pita merah oleh masyarakat setempat, mungkin adanya miskomunikasi dari pembangunan tower yang lama yang bukan dari kita tetapi dari tower komersial” kata Hendra Efendi.

Untuk tahun 2022 kata Hendra tidak ada lagi pembangunan BTS, hanya berfokus untuk optimasi atau penguatan signal disetiap BTS, akan di monitor berapa pemakaian setiap desa.

” Ditahun 2022 kita berfokus untuk optimasi atau penguatan signalnya yang mana lebih diprioritaskan, karena desa yang ada Papua ini unik, karena ada yang satu desa itu hanya 10 rumah itu kitakan sesuaikan kebutuhannya masyarakat” terangnya.

Pembangunan BTS ini, sesuai arahan Presiden melalui Menkominfo Jhonny G. Plate totalnya ada 7.904 unit. Dan, 60 persen prioritas bagi Papua dan Papua Barat dan 40 persen bagi wilayah Kalimantan, Maluku dan Sulawesi khusus bagi daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top