Tokoh Masyarakat Wejim dan Masyarakat Melaporkan Balik Maks Morin Atas kasus Pemukulan Sekretaris dan Pengancaman dengan Sajam

Matapapua,Waisai–Tokoh masyarakat Wejim distrik kepulauan sembilan Soleman Dimara bersama masyarakat melaporkan balik Maks Morin Atas kasus pemukulan terhadap sekretaris kampung festus Dimara,dan membawa Sajam mengancam PLt kepala kampung dan bendahara,di kota Waisai,yang melebar sampai di kampung dan pasca muskam terjadi pemukulan terhadap maks morin.

Yang mengakibatkan sejumlah warga ditetapkan sebagai tersangka oleh satreskrim polres Raja Ampat.Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat wejim soleman kepada awak media di salah satu kafe di waisai.Senin 8/7/2024).

Dia menjelaskan,awal kronologis sehingga terjadi pengeroyokan di kampung Wejim timur,buntut dari pemukulan yang dilakukan maks morin terhadap sekretaris kampung Festus Dimara,dan mengancam PLT kepala kampung dan Bendahara dengan membawa (Sajam).

Aksi pengancaman tersebut dilakukan Maks morin di kantor Dinas Pemberdayaan masyarakat kampung kabupaten Raja Ampat pada Desember 2023.Karena ruang gerak sudah tidak ada dalam pengelolaan Dana kampung Wejim timur.Kata,Soleman.

Dengan melakukan pemukulan terhadap sekretaris dan pengancaman menggunakan sajam terhadap Plt kepala kampung dan Bendahara tersebut sedikit pun. Kami tidak balas.Karena kami ingin persoalan diselesaikan secara kekeluargaan,jelas, Soleman

Padahal waktu itu,kalau kami lagi berpikir pendek maka melaporkan maks morin ke pihak kepolisian karena telah melakukan pemukulan terhadap sekretaris,dan mengancam kepada Plt dan bendahara dengan Sajam,kenapa saya tidak buat LP karena masih berpikir asas kekeluargaan,Tutur.Soleman

Lebih lanjut Soleman,Aksi tak terpuji yang telah dilakukan maks Morin terhadap Plt dan aparat kampung di kota waisai tersebut.Tak selesai maks Morin ini ikut ke kampung.Dan pada saat itu Pemerintah kampung melaksanakan (muskam) dan dia melakukan gerakan disitulah beliau dapat keroyok dari pelaku-pelaku yang hari ini ditetapkan tersangka oleh satreskrim polres Raja Ampat.

Karena dikeroyok, kemudian maks morin (korban) ini membuat laporan polisi dan pelaku-pelaku pemukulan terhadap diri ditetapkan sebagai tersangka.

Hal tersebut selaku tokoh masyarakat Wejim soleman Dimara, melakukan berbagai upaya untuk mendudukkan pelaku-pelaku dan korban agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan.Dan Pelaku bersiap denda adat,namun korban tetap bersikeras dan akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

Soleman menyebutkan, beberapa waktu lalu penyidik kepolisian mengirim surat panggilan kepada para pelaku tetapi lewat saya.Dan saya mencoba menghadirkan para pelaku dan korban kemudian pihak kepolisian memfasilitasi untuk pertemuan secara kekeluargaan.Namun Buntut pihak korban tidak mengindahkan upaya yang dilakukan tokoh masyarakat wejim itu,dan korban tetap ke ranah hukum.

Karena korban atas nama maks Morin bersih keras maka soleman pun menyampaikan kronologis yang sebenarnya kepada pihak kepolisian bahwa, Pengeroyokan terhadap korban ini,karena ada timbal balik,ada sebab akibat,yang memulai pemukulan terhadap sekretaris dan melakukan pengancaman dengan membawa Sajam masuk ke kantor DPMK adalah maks Morin.

Supaya masalah ini balance kami pun melaporkan balik korban atas nama maks Morin ke penyidik polres Raja Ampat dengan karena beliau yang memulai pemukulan terhadap sekretaris kampung Wejim timur kemudian membawa sajam dan mencari PLT kepala kampung dan Bendahara di Kantor Dinas Pemberdayaan masyarakat kampung.

“ Hari ini kami datang ke satreskrim polres Raja Ampat untuk membuat laporan polisi terhadap maks Morin atas kasus pemukulan terhadap sekretaris dan pengancaman dengan sajam terhadap PLT kepala kampung dan Bendahara,(Tutup,Soleman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top