Ribuan Masyarakat Menghadiri Upacara Pemakaman Almahrum Paskalis Kocu

20200827 161221

20200827 161221

Matapapua – Maybrat : Ribuan masyarakat menghadiri upacara pelepasan dan pemakaman almahrum Paskalis Kocu, wakil Bupati Maybrat Provinsi Papua Barat yang telah meninggal dunia pada hari selasa tanggal 25 Agustus 2020. Upacara tersebut diawali dengan perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Santo Yosef Ayawasi dipimpin oleh Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datuslega,Pr, Kamis (27/8/2020)

Upacara Pemberkatan Jenazah Alm. Paskalis Kocu, Wakil Bupati Maybrat Oleh Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datuslega, Pr

Usai Misa pelepasan, dilanjutkan dengan upacara penyerahan jenazah kepada pemerintah daerah (Pemda) di kantor Bupati Maybrat yang bertempat di kumurkek dan dimakamkan di kediaman Paskalis Kocu di Ayawasi.

Kenangan pahit manis yang ditinggalkan Paskalis Kocu, menimbulkan tangisan oleh keluarga dan seluruh masyarakat Maybrat. Namun hal tersebut merupakan rencana Tuhan yang harus dihadapi oleh setiap orang.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan melalui Asisten II, Melkias Werenusa, SH mengatakan, kepergian putera terbaik Maybrat ini meninggalkan semua kenangan dan tugas serta tanggung jawab untuk kesejahteraan masyarakat. Meskipun tugas yang diembani belum diselesaikan.

“Kita semua harus mengiklaskan kepergian Paskalis Kocu karena Tuhan yang memberi, tentu Tuhan yang mengambil kembali. Oleh karena itu, secara pribadi, keluarga dan pemerintah Provinsi Papua Barat, mengucapkan turut berduka cita atas terpanggilnya Paskalis Kocu,” ungkap Melkias.

Sementara itu, Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim dalam sambutannya mengatakan, kepergian seseorang menuju ke Kerajaan Surga, merupakan rencana Tuhan dengan berbagai cara yang tidak diketahui manusia. Oleh karena itu, perlu mengiklaskan kepergian Paskalis Kocu, meskipun kepergiannya secara mendadak.

“Saya dengan Paskalis Kocu sudah saling mengenal sejak lama. Ini bukan saja sekedar mengenal, namun sudah dianggap keluarga dalam menjalankan roda pemerintahan baik masih di Kabupaten Sorong maupun di Maybrat hingga menghembuskan napas terakhir. Inilah perjalanan kami berdua dalam melaksanakan tugas,” terang Bernard Sagrim

Dalam kesempatan tersebut, Yonas Jhon Fatie merupakan keluarga mengiklaskan kepergian Paskalis Kocu karena hal kematian bukan karena rencana manusia, namun rencana Tuhan. Dirinya memberikan apresiasi kepada pemda Maybrat karena telah berjuang dan menangani sejak kematian Paskalis Kocu pada hari pertama hingga pemakaman dapat terlaksana dengan sukses.

“Pesan kami keluarga kepada pemerintah agar dapat memperhatikan hal-hal yang telah disepakati bersama agar dapat memperhatikan istri dan anak yang telah ditinggalkan Paskalis,” tutur Jhon Fatie.

Suasana di Kabupaten Maybrat menjadi sepi karena seluruh masyarakat turut berduka cita atas terpanggilnya pejabat yang dicintai selama masa hidupnya karena berjuang untuk melayani serta mensejahterakan masyarakat Maybrat.

Dalam pembacaan riwayat hidup, Paskalis memperoleh penghargaan sebagai kepala Distrik terbaik di Kabupaten Sorong dan kepala Dinas terbaik di Kabupaten Maybrat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top