Menjaga Keberlangsungan Hewan Endemik, PT KPI Refinery VII Kasim Berkerjasama dengan BBKSDA Bangun Kandang Penyelamatan Satwa

0 IMG 20220614 140250

0 IMG 20220614 140250

Matapapua – Sorong : Guna menjaga dan melindungi satwa yang kian hari semakin berkurang karena diselundupkan untuk dijual, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VII Kasim bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat membangun kandang penyelamatan satwa sebelum dilepas liarkan kembali ke alam, peresmian kandang penyelawatan dan pelepasliaran satwa dilindungi, berlangsung di Hutan Konservasi TWA Sorong, Selasa (14/06/2022).

Kepala BBKSDA Provinsi Papua Barat, Budi Mulyanto mengatakan penguatan fungsi BBKSDA Papua Barat dalam kegiatan konservasi. Ada banyak hal yang sudah diperbuat salah satunya bekerja sama dengan PT Kilang Pertamina Internasional Refinery VII Kasim, telah memberikan dukungan kuat kepada Balai Besar KSDA dalam upaya-upaya konservasi mulai dari pembangunan klinik satwa, kemudian kandang karantina, dan kandang penyelamatan satwa.

“ Mudah-mudahan apa yang telah di bangun oleh kita bersama, dalam kerjasama ini membawa manfaat yang besar bagi kita bersama, khususnya bagaimana kita membangun konservasi di tanah Papua Barat. Tentu tidak terlepas dari dukung para pihak stakeholder lainnya, itu menjadi kekuatan dan bagian yang tidak terpisahkan, sehingga program-program konservasi akan terus berjalan dengan baik“ ucap kepala Balai KSDA Papua Barat Budi Mulyanto.

Budi menambahkan kerjasama ini merupakan motivasi untuk selalu terus berjuang dan terus bekerja mempertahankan konservasi, guna untuk pertumbuhan satwa liar endemik di tanah Papua ini. Dan mengucapkan terima kasih dari Balai besar KSDA Papua Barat atas segala support dukungan dari PT Kilang Pertamina Internaional Refinery VII Kasim selama ini.

“ Konservasi itu tidak sendiri, konservasi bukan hanya tanggung jawab bagi instansi Balai besar KSDA Papua Barat, tapi tanggungjawab kita bersama. Segala ulah manusia yang ada di muka bumi ini itu punya tanggungjawab kita bersama-sama. Oleh karena itu dukungan dan harapan kami kepada Bapak/Ibu sekalian, terutama stakeholder lainnya untuk bisa terus bersama-sama kita berjuang berkolaborasi di dalam menjaga kekayaan di tanah Papua ini” ungkapnya.

General Manager PT Kilang Pertamina Internasional Refenery Unit VII Kasim, Yusuf Mansyur mengatakan kandang penyelamatan satwa yang merupakan kerjasama antara PT Kilang Pertamina Internasional RU VII Kasim bersama Balai KSDA Papua Barat. Bagaimana memang di dalam operasional kilang tentunya menjaga aspek lingkungan, mengingat setiap aktivitas bisnis selalu mengedepankan menjaga kawawasan lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim panitia Balai besar KSDA yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik, mudah-mudahan nanti ke depan penguatan kerjasama ini terus berkelanjutan. Dengan berwawasan lingkungan ini kita ejawantahkan salah satunya bagaimana kita bisa menjaga lingkungan yang ada di khususnya di Papua Barat, dengan cara salah satunya menjaga hewan-hewan endemik di Papua Barat, banyak hewan-hewan burung-burung yang sebelumnya belum pernah kita lihat. Jadi banyak disini burung-burung yang indah dan tentunya ini kita harus selalu menjaganya, memelihara, itulah salah satunya komitmen kami PT Kilang Pertamina Internasional khususnya RU VII Kasim, bagaimana kita bekerjasama dengan Balai KSDA menjaga dan melindungi hewan-hewan endemik yang ada. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa tentunya bermanfaat untuk keberlangsungan ekosistem di muka bumi ini dan juga menjaga khususnya hewan-hewan endemik di Papua Barat tetap lestari” kata General Manager PT Kilang Pertamina Internasional Refenery Unit VII Kasim, Yusuf Mansyur.

Selain meresmikan kandang penyelamatan satwa, PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VII Kasim bersama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat juga melepasliarkan 32 satwa di Hutan Konservasi TWA Sorong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top