Mencegah Penyakit Kaki Gajah, Puskesmas Ayamaru Mendatangi SMA Negeri 1

Matapapua-Maybrat: Puskesmas Ayamaru Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya memberikan obat dan sosialisasi pencegahan kaki gajah kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Ayamaru bersama dewan guru di aula SMA, Rabu (18/10/2023)

Kepala Puskesmas Ayamaru, Mira M. Kambu, S.KM,M.KM menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Maybrat khusus wilayah kerjanya agar mendatangi tempat pelayanan kesehatan yang telah ditentukan untuk mendapat obat dan sosialisasi cara mencegah penyakit kaki gajah. Hal ini dikatakannya agar masyarakat tidak mendapat penyakit tersebut karena sangat berbahaya.

Kepala Puskesmas Ayamaru, Mira Maria Kambu, S.KM.M.KM Didampingi Kepala SMA Negeri 1

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar meluangkan waktu datang ke tempat yang telah kami tentukan untuk mendapat sosialisasi dan pemberian obat penyakit kaki gajah. Karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan hanya dengan cara mencegah,” himbau Mira Kambu.

Demi menjaga kesehatan masyarakat seperti mencegah penyebaran penyakit kaki gajah, kepala Puskesmas Ayamaru ini tak mengenal lelah dan penuh semangat bersama para tenaga kesehatan mendatangi setiap Kampung dan sekolah untuk memberikan sosialisasi dan obat penyakit kaki gajah

Pemberian Sosialisasi Pencegahan Penyakit Kaki Gajah Terhadap Siswa Dan Dewan Guru SMA Negeri 1 Ayamaru

“Ini adalah tugas dan tanggung jawab kami dari Puskesmas untuk mendatangi masyarakat di wilayah kerja kamu yakni Distrik Ayamaru, Distrik Ayamaru Tengah dan Distrik Ayamaru Barat,” pungkasnya.

Dirinya berkomitmen akan mendatangi setiap sekolah untuk memberikan sosialisasi dan obat baik tingkat TK/PAUD, SD, SMP dan SMA yang berada di wilayah kerjanya.

“Sasaran pemberian obat ini kepada masyarakat usia 2 hingga 70 tahun,” jelasnya.

Foto Bersama Pihak Puskesmas, Kepala SMA Negeri 1, Dewan Guru Dan Siswa 

Kepala Puskesmas ini menjelaskan bahwa pemberian obat ini dilakukan setiap tahun awal bulan Oktober. Namun Puskesmas ini melakukan pada pertengahan bulan karena masih menunggu pengadaan obat

“Sebenarnya kami sudah turun ke lapangan pada awal bulan. Namun karena keterlambatan pada obat, sehingga kami baru lakukan sosialisasi dan pemberian obat,” tuturnya.

Sosialisasi sekaligus pemberian obat ini disambut baik oleh para siswa dan dewan guru serta kepala SMA Negeri 1 Ayamaru dengan antusias.

Dari pantauan media ini, para siswa-siswi dan dewan guru dengan senang hati mendapat obat dan minum di tempat karena menyadari terkait pentingnya mencegah penyakit tersebut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top