• 15 Dec, 2025

Diduga 'Istri' Terlibat Skenario Kasus Dugaan Pelecehan 'YS' terhadap 'NI'

Diduga 'Istri' Terlibat Skenario Kasus Dugaan Pelecehan 'YS' terhadap 'NI'

MataPapua,Waisai - Dugaan kasus pelecehan seksual melibatkan oknum pejabat Raja Ampat 'YS' terhadap NI (18), mengungkap fakta baru setelah kasus tersebut bergulir di Polda Papua Barat Daya.

Munculnya 'MW' yang merupakan kerabat dekat NI, membeberkan asal muasal kasus dugaan pelecehan, hingga beredar di publik dan menjadi 'viral'.

MW mengaku, dalang dibalik laporan pelecehan bukan dari NI (diduga korban) tapi wanita berinisial 'T' yang notabene adalah Istri terduga terlapor/pelaku pelecehan.

MW mengungkap sejumlah keganjilan ketika terjadi komunikasi antara 'T' dan dirinya, yang mana Ibu T memberikan informasi awal telah terjadi pelecehan yang dilakukan oleh YS atau suaminya terhadap NI. 

Dalam pembicaraan tersebut Ibu T mendesak kepada MW dan keluarga NI lainnya untuk segera ke Kota Sorong dan melaporkan YS ke Polda Papua Barat Daya.

Namun MW mengatakan tidak bisa memenuhi permintaan Ibu T dikarenakan pihaknya belum mendengarkan langsung dari NI maupun dari YS.

“Menurut saya persoalan ini masih belum jelas, karena informasi ini baru sepihak dari ibu T,”  jelasnya kepada awak media, Rabu (26/11/2025).

MW juga menjelaskan ada kesan memaksa atau mendesak agar pihaknya memenuhi permintaannya untuk segera melaporkan YS. 

"Ada indikasi justru diduga NI sebenarnya adalah korban dari Ibu 'T' dari perseteruannya dengan suaminya," ujarnya.

Informasi yang dihimpun media ini, sebelum kasus dugaan pelecehan tersebut mencuat, sebelumnya telah terjadi polemik rumah tangga yang hebat antara Ibu T dan YS.  

Persoalan rumah tangga Ibu T diduga menjadi penyebab terseretnya nama NI untuk menyerang YS.

MW berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan, mengingat masa depan NI yang saat ini masih mengenyam pendidikan. 

“Kasian kalau anak ini nantinya jadi kambing hitam dari persoalan rumah tangga Ibu T,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika dugaan ini benar terjadi, secara tidak sadar pihaknya dan keluarga NI telah dimanfaatkan oleh ibu T. 

Keganjilan lainnya,  diantaranya terkait waktu pelaporan di kepolisian dan waktu kejadian yang terpaut cukup lama, dimana peristiwa terjadi pada 21 September 2025 dan dilaporkan pada tanggal 5 November 2025. (R)