Delapan Kelompok Penelitian dan Pengabdian Mengikuti FGD

IMG 20220107 WA0057

IMG 20220107 WA0057

Matapapua – Kabupaten Sorong : Tim pelaksana Hibah Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2021, dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melaksanakan Focus Group Discussion Penyusunan Artikel Ilmiah. Focus Group Discussion dilaksanakan di Swiss-belHotel Sorong.

Peserta yang hadir dalam FGD ini adalah tim pelaksana hibah, ketua dan anggota tim 8 kelompok penelitian dan pengabdian kepada masyarat. Pemateri yang dihadirkan dalam FGD ini yakni 2 Editor in Chief serta 1 Editorial Board jurnal nasional terakreditasi, di antaranya, Anang Triyoso, M.Pd., Editor in Chief Jurnal Pendidikan, Aung Sumbono, M.Si., Editor in Chief Biolearning Journal, dan Jusmin, M.Ec.Dev., Editorial Board Jurnal ABDIMASA, Rabu (24/12).

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat UNIMUDA Sorong, Fathurrahman, M.Pd., mengatakan FGD ini bertujuan untuk membantu tim memenuhi target capaian artikel ilmiah, bukan dalam bentuk draft melainkan berupa artikel yang telah dipublikasikan.

“Focus Group Discussion ini dilaksanakan untuk membantu tim peneliti dan tim pengabdian kepada masyarakat dalam memenuhi tagihan luaran yakni artikel ilmiah. Harapannya artikel yang dihasilkan bukan hanya berbentuk draff, tetapi sudah dipublikasikan di jurnal nasional, minimal jurnal nasional terakreditasi, karena akan berdampak pada pengembangan diri dosen, serta akreditasi program studi maupun institusi” terangnya.

Sementara Anang Triyoso, M.Pd., Editor in Chief Jurnal Pendidikan dalam paparan materi menekankan agar setiap artikel ilmiah yang dihasilkan harus memenuhi unsur kebaruan dan kemurnian ide, serta aspek lainnya.

“Dalam penyusunan artikel ilmiah harus menekankan pada kebaruan temuan dan kemurnian ide. Banyak artikel yang ditolak karena tidak ada kebaruan temuan dalam penelitian tersebut. Termasuk dalam penulisan paragraf, setiap paragraf hendaknya mengandung ide, jadi semua paragraf harus ada ide yang disampaikan. Termasuk juga harus memperhatian literatur atau rujukan yang digunakan, diutamakan literatur hasil penelitian atau kajian 5 tahun terakhir” Jelasnya.

Selain itu, materi terkait gaya selingkung dalam penulisan jurnal disampaikan secara mendalam dan mendetail oleh Editor in Chief Chief Biolearning Journal, Aung Sumbono, M.Si., materi terkait penyusunan artikel hasil pengabdian kepada masyarakat disampaikan oleh Jusmin, M.Ec.Dev., selaku Editorial Board Jurnal ABDIMASA. Setelah pemaparan materi sesi selanjutnya dilanjutkan dengan review dan pembimbingan artikel penelitian yang telah disusun oleh masing-masing tim penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a comment
scroll to top