• 15 Dec, 2025

BI dan TNI AL Antar Rupiah ke Wilayah 3T Raja Ampat

BI dan TNI AL Antar Rupiah ke Wilayah 3T Raja Ampat

MataPapua, Kota Sorong - Bank Indonesia (BI) kembali menggandeng TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025, sebuah program pendistribusian, pengamanan, dan pengawalan uang rupiah ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Tahun ini, ERB kembali menyasar sejumlah pulau di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, sebagai bagian dari komitmen menjaga kedaulatan rupiah hingga pelosok Nusantara.

IMG-20251118-WA0114
 

Pelaksanaan ERB 2025 ditandai dengan pelepasan resmi tim ekspedisi dari Markas Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) XIV Sorong pada Selasa pagi, 18 November 2025. Tim akan melaksanakan layanan kas keliling dan edukasi rupiah selama delapan hari di wilayah kepulauan Raja Ampat.

Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Sonaji, menjelaskan bahwa ERB merupakan langkah konkret BI dan TNI AL dalam memastikan rupiah tetap menjadi alat transaksi utama di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah yang sulit dijangkau.

"ERB adalah program untuk menjangkau wilayah 3T. Ini bagian dari amanat Undang-Undang bahwa BI harus memastikan uang rupiah layak edar di seluruh penjuru negeri," ungkap Sonaji.

IMG-20251118-WA0112
 

Kegiatan ERB akan berlangsung pada 18–24 November 2025 dengan rute pelayaran Sorong – Misool – Kofiau – Waigeo Barat – Waigeo Utara – Ayau, sejumlah wilayah yang selama ini mengandalkan layanan kas keliling untuk memenuhi kebutuhan uang layak edar.

Sonaji menegaskan bahwa misi utama ekspedisi ini adalah memastikan masyarakat tetap menggunakan rupiah dalam aktivitas ekonomi, sekaligus menarik uang lusuh yang sudah tidak layak beredar.

"Kami juga melakukan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, agar masyarakat memahami pentingnya merawat dan menggunakan rupiah dalam setiap transaksi," jelasnya.

Wakil Komandan Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Pertama TNI Tommy Herlambang, S.E., menyampaikan apresiasi atas kerja sama berkelanjutan antara BI dan TNI AL. Menurutnya, ekspedisi ini tidak hanya mendukung stabilitas rupiah, tetapi juga memperkuat kehadiran negara di wilayah maritim.

"BI memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas nilai rupiah dan mengedukasi masyarakat tentang Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Sementara TNI AL memiliki tugas menjaga kedaulatan NKRI dan keamanan laut," ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran ERB 2025, TNI AL mengerahkan KRI Mata Bongsang-873 bersama personel gabungan, termasuk 15 pegawai BI, yang akan memastikan pengamanan selama pelayaran di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Tommy menegaskan bahwa kehadiran TNI AL dalam misi ini merupakan bentuk pengabdian dalam menjaga simbol negara sekaligus mendukung pemerataan pembangunan ekonomi.

"Kerja sama ini memastikan rupiah menjadi tuan rumah tunggal dan berdaulat di seluruh wilayah Indonesia," tegasnya.